Let There Be Light

Yehezkiel 37:14

Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.

Pernahkah didalam hidup kita melakukan suatu kesalahan atau kebodohan yang mengakibatkan luka yang dalam yang tidak menyenangkan untuk dilihat?

Mungkin kita pernah melakukan dosa-dosa lain yang kita pikir begitu berat dan sulit dimaafkan.

Atau mungkin orang-orang sekitar kita yang melakukan kebodohan itu, sehingga berdampak permanen pada hidup kita?

Mungkin orangtua kita bercerai dan kita tumbuh dalam keluarga yang broken home. Mungkin kita bergaul dalam lingkungan yang berandalan. Mungkin kita pernah dikhianati atau ditipu oleh orang terdekat kita. Mungkin kita pernah mengalami kecelakaan yang membuat kita cacat seumur hidup.

Kita sangat geram ketika mengingat masa lalu terebut. Rasanya kita ingin memutar kembali waktu dan memperbaiki hal-hal tersebut, namun apa daya tangan tak sampai.

Kita merasa hidup kita hancur. Goresan-goresan tersebut menjatuhkan hidup kita dan membuat kita bertanya, apakah ada masa depan untuk kita? Siapa yang mau menerima kita? Apakah kita masih bisa dipakai Tuhan?

.

.

Bangsa Israel mengalami hal yang demikian. Pada jaman nabi Yehezkiel, bangsa Israel dijajah dan daerahnya direbut oleh Babel. Kota Yerusalem direbut, bait Allah dihancurkan, Bangsa Israel menjadi budak di Mesir. Inilah masa pembuangan.

Hidup dengan status sebagai orang buangan sungguh membawa kesakitan dan penderitaan bagi mereka. Identitas mereka sebagai suatu bangsa diambang kepunahan. Lebih dari itu, mereka mengalami krisis iman, karena simbol iman mereka, yaitu Yerusalem dan Bait Allah telah dihancurkan.

Pengharapan mereka lenyap. Tidak ada harapan untuk kembali ke masa seperti sedia kala. Mazmur 137 menggambarkan betapa pedihnya keadaan mereka pada waktu itu. Mereka juga diibaratkan seperti tulang yang kering. Benar-benar tidak ada kehidupan. Tidak ada pengharapan.

Apakah Allah benar-benar meninggalkan Israel? Inikah akhir dari hidup mereka?

.

.

 

Dalam kondisi tanpa kehidupan tersebut, Firman Tuhan datang kepada nabi Yeheziel. Tuhan kemudian membawa Yehezkiel ke tengah-tengah lembah yang penuh dengan tulang-belulang dan sangat kering. Sebuah kondisi yang melambangkan tidak adanya kehidupan, tidak ada pengharapan.

Yehezkiel! Apakah tulang yang kering itu bisa dihidupkan lagi?” tanya Tuhan kepadanya. “Ya Tuhan, Engkau tahu,” sahutnya.

Eze37.3.jpg
Sumber

Lalu Tuhan menyuruh Yehezkiel untuk bernubuat mengenai tulang-tulang ini dan berkata kepada tulang-tulang itu bahwa Tuhan memberi nafas hidup bagi mereka supaya mereka hidup kembali.

Suatu hal yang terdengar sangat bodoh dan tidak masuk akal.

Tapi apa yang terjadi? Segera sesudah dia bernubuat, terdengarlah suata, sungguh, suara berderak-derak, dan… tulang itu bertemu satu sama lain!!

Lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya!! Kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Suatu keanehan yang luar biasa!

Tuhan melanjutkan perintah-Nya untuk Yehezkiel agar bernubuat dan berkata kepada nafas hidup. Wahh, makin tambah aneh! Apa yang Tuhan suruh Yehezkiel katakan? Dia menyuruh nafas hidup itu datang dan berembus ke dalam orang-orang yang terbunuh itu. Tulang-belulang yang mati dan kering itu.

Image result for ezekiel 37
Sumber

Dan.. lihat!!! Nafas hidup itu sungguh masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali! Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar!

Wow.. sungguh luar biasa. Tapi, apa maksudnya?

.

.

Tulang-tulang itu adalah seluruh kaum Israel. Mereka sudah menjadi kering, tanpa pengharapan. Namun Tuhan membuka kubur-kubur mereka dan membangkitkannya. Tuhan akan membawa mereka ke tanah Israel! Dari sanalah mereka akan mengetahui bahwa Yesuslah Tuhan!

dry bones.png
Sumber

Ketika bangsa Israel mengatakan bahwa mereka sudah tidak memiliki pengharapan lagi, mereka merasa tidak memiliki masa depan, Tuhan datang melalui nabi Yehezkiel membawa berita keselamatan.

Tuhan mengalahkan maut! Dia menguasai kehidupan dan kematian. Tidak ada yang mustahil bagi Dia.

Mungkin tulang yang kering itu adalah kita. Mungkin perasaan yang dialami oleh bangsa Israel sedang kita alami saat ini. Kita merasa tidak memiliki pengharapan. Kita merasa tidak memiliki masa depan. Tapi, di tangan Tuhan sesuatu yang tidak baik dimata manusia bisa dipakai untuk menjadi alat kemuliaan-Nya. Rencana Tuhan tidak pernah gagal.

.

Tuhan bisa memakai tulang yang telah kering dan membangkitkannya menjadi tentara Tuhan.

Allah dapat menggerakkan batu-batu untuk memuji nama-Nya.

Tidak ada suatu goresan buruk dalam hidup kita yang dapat mengagalkan rencana Tuhan bagi kita.

Di tangan Tuhan, tidak ada yang terlalu kecil yang tidak bisa dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya.

Di tangan Tuhan, tidak ada sesuatu yang terlalu rusak yang tidak bisa dipulihkan kembali.

.

Tulang kering dapat dibangkitkan, apalagi kita.

Ijinkan Kristus hadir dan menguasai hidup kita.

.

.


PDT. HARI SOEGIANTO

SAAT YOUTH CAMP 2017 – KKR 2 (28 DEC 2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: